Tak Lagi Sekadar Open Bidding, Pangkalpinang Siapkan Peta Karier ASN Lewat Manajemen Talenta (E: Yosua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU .COM, — Karier ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai memasuki era berbasis data. Potensi, kompetensi, kinerja dan rekam jejak pegawai akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah pengembangan karier.
Perubahan tersebut menyusul persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terhadap penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemkot Pangkalpinang melalui SK Nomor 1391 Tahun 2026 tertanggal 21 September 2026.
Kepala BKPSDMD Kota Pangkalpinang Suprayitno mengatakan, persetujuan BKN menjadi pijakan untuk mengimplementasikan sistem manajemen talenta yang sebelumnya terus dipersiapkan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, karena dorongan para pimpinan, kami berusaha semaksimal mungkin sehingga manajemen talenta itu sudah dapat persetujuan SK penetapan penerapan manajemen talenta dari BKN tertanggal 21 September,” katanya, Selasa (29/9/2026).
Perubahan paling terasa akan terjadi dalam pola pengisian jabatan, terutama Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama atau eselon II.
Jika sebelumnya pengisian jabatan dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka atau open bidding, sistem manajemen talenta akan menggunakan pemetaan pegawai sebagai salah satu dasar dalam pengembangan karier.
“Dengan berlakunya manajemen talenta, kita akan menerapkan sistem tersebut sesuai dengan arahan pimpinan, Pak Wali dan Ibu Wakil Wali Kota,” ujar Suprayitno.
ASN nantinya dipetakan ke dalam sembilan box berdasarkan kombinasi potensi dan kinerja. Peta tersebut akan menjadi instrumen dalam menentukan pengembangan karier pegawai, termasuk promosi, rotasi, mutasi hingga demosi.
Suprayitno menyebut ASN yang berada pada box 7, 8 dan 9 dapat dipertimbangkan untuk promosi.
“Apabila pegawai belum bisa menduduki box 7, 8, 9, maka yang bersangkutan tidak bisa dipromosikan,” tegasnya.
Karena itu, data menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan. ASN diminta aktif memperbarui profil melalui MyASN, termasuk data identitas, pengembangan diri dan rekam jejak.
“Yang akan bisa aktif itu adalah mereka yang berpotensi mengembangkan dirinya dan meng-upload di MyASN-nya sehingga terus ter-upgrade rekam jejaknya,” katanya.













