Deskripsi Gambar

BeritaPangkalpinangPertambangan

Bukan Sekadar HUT ke-50, PT TIMAH Hadir dengan 235 Kantong Harapan untuk Warga Pangkalpinang

×

Bukan Sekadar HUT ke-50, PT TIMAH Hadir dengan 235 Kantong Harapan untuk Warga Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini

Bukan Sekadar HUT ke-50, PT TIMAH Hadir dengan 235 Kantong Harapan untuk Warga Pangkalpinang (E: Yosua.Asw)

PANGKALPINANG, LIPUTANSATU .COM, — Sebuah ulang tahun bisa selesai dalam hitungan jam. Tetapi sebuah pengabdian seharusnya meninggalkan jejak yang lebih panjang.

Itulah wajah Bulan Bakti HUT ke-50 PT TIMAH (Persero) Tbk di Graha Timah, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Sabtu (22/8/2026).

Mengusung tema “Timah untuk Rakyat”, peringatan usia emas perusahaan tidak berhenti pada panggung seremonial. Masyarakat justru menjadi bagian utama dari perayaan melalui berbagai layanan sosial dan kesehatan yang diberikan secara langsung.

Ratusan warga datang. Sebanyak 151 anak mengikuti khitanan massal, 163 warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, sementara kegiatan donor darah berhasil mengumpulkan 235 kantong darah.

Di balik jumlah tersebut tersimpan cerita yang jauh lebih besar.

Ada orang tua yang mengantarkan anaknya untuk dikhitan. Ada warga yang datang memeriksakan kesehatan. Ada pula mereka yang duduk menunggu giliran untuk mendonorkan darah, dengan kesadaran bahwa darah yang diberikan hari ini mungkin menjadi pertolongan bagi seseorang yang bahkan tidak mereka kenal.

Bulan Bakti akhirnya bukan hanya tentang merayakan perjalanan setengah abad PT TIMAH. Ia menjadi ruang perjumpaan antara perusahaan dan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan.

Kegiatan tersebut dihadiri Forkopimda di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang Juhaini, Division Head CSR PT TIMAH (Persero) Tbk Rahmat Taufik, serta Ketua Panitia Wijaya.

Juhaini menilai kegiatan Bulan Bakti menjadi bukti bahwa keberadaan dunia usaha dapat memberikan kontribusi langsung terhadap kehidupan sosial masyarakat.

“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan komersial, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sosial di sekitarnya,” ujar Juhaini.

Ia menegaskan, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi. Pemerintah tidak dapat bekerja sendirian tanpa dukungan dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *