BeritaPangkalpinangPertambangan

22 Warga Terbantu, TJSL PT TIMAH Buka Jalan bagi Masyarakat Jalani Pengobatan

×

22 Warga Terbantu, TJSL PT TIMAH Buka Jalan bagi Masyarakat Jalani Pengobatan

Sebarkan artikel ini

Wahyuni, ibu Al Fasha, merupakan orang tua tunggal yang bekerja serabutan. Sebelum mendapatkan bantuan, ia bahkan sempat menjual kendaraan untuk membantu memenuhi kebutuhan perjalanan dan pengobatan anaknya.

Dukungan yang diterima kemudian membantu mengurangi sebagian beban keluarga sehingga perhatian dapat lebih diarahkan pada proses pengobatan Al Fasha.

“Semoga pengobatan anak saya lancar dan bisa segera sehat kembali. Saya sangat berterima kasih kepada PT TIMAH yang sudah membantu,” katanya.

Di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, bantuan PT TIMAH juga dirasakan keluarga seorang anak berusia 11 tahun asal Tanjung Sari, Desa Lubuk, Kecamatan Kundur.

Anak tersebut harus mendapatkan penanganan medis hingga operasi di salah satu rumah sakit jantung di Jakarta. Sebelumnya, ia mengalami penurunan berat badan, sesak napas dan mudah lelah ketika beraktivitas.

Dahliana, ibunya, mengatakan bantuan PT TIMAH digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama berada di Jakarta, termasuk biaya perjalanan, konsumsi dan akomodasi.

“Alhamdulillah, bantuan dari PT TIMAH sangat membantu. Terutama untuk akomodasi dan kebutuhan makan. Bantuan ini sangat meringankan sekali,” ujarnya.

Bantuan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pasien dan keluarga selama menjalani pengobatan tidak berhenti pada biaya tindakan medis. Ketika perawatan harus dilakukan di luar daerah, perjalanan dan tempat tinggal sementara ikut menjadi bagian dari perjuangan menuju kesembuhan.

Melalui Program TJSL, PT TIMAH terus memberikan dukungan kepada masyarakat di wilayah operasional perusahaan, salah satunya melalui bidang kesehatan.

Dukungan biaya pengobatan menjadi bagian dari upaya perusahaan membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, sekaligus meringankan beban keluarga ketika akses pengobatan mengharuskan mereka menempuh perjalanan jauh dari daerah asal.Kedua versi tetap mempertahankan angka 22 penerima, nama penerima, lokasi, jenis bantuan, serta kutipan narasumber, tetapi dengan sudut pemberitaan yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *