Deskripsi Gambar

Bangka BelitungBeritaNasionalORGANISASI

100 Tahun Gontor Mendunia: Dari Ponorogo, Alumni Babel Menjemput Sejarah

×

100 Tahun Gontor Mendunia: Dari Ponorogo, Alumni Babel Menjemput Sejarah

Sebarkan artikel ini

Bagi Edduar dan para alumni, perjalanan menuju Ponorogo bukan sekadar perjalanan fisik. Ada kerinduan untuk kembali ke rumah besar yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.

Peringatan satu abad itu juga menjadi ruang untuk saling bertemu, menyapa, mempererat ukhuwah, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap almamater.

Lebih jauh, momentum tersebut diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan dan kontribusi baru. Sebab, alumni Gontor tidak hanya dituntut menjaga nilai-nilai yang diwariskan, tetapi juga mampu menerjemahkannya dalam kehidupan nyata untuk umat, bangsa, dan negara.

“Persiapan demi persiapan kami siapkan. Di sini kami tidak sendiri. Ada tokoh penting alumni Gontor, Imam Wahyudi, yang turut membersamai sejak awal hingga akhir. Sebagai alumni, kami sangat bangga dan bahagia punya kader alumni sekelas beliau,” tutur Edduar.

Ia pun menyampaikan doa kepada Imam Wahyudi dan seluruh donatur yang telah ikut membantu persiapan keberangkatan para alumni.

“Semoga semuanya diberikan kesehatan, kemudahan, kesuksesan dan yang terpenting menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” harapnya.

Sementara itu, Ustadz Revi, Konsulat Sungailiat Bangka yang dikenal fasih berbahasa Arab, menilai soliditas alumni Gontor di Babel merupakan kekuatan yang terus tumbuh.

Menurutnya, IKPM Darussalam Gontor Babel di bawah kepemimpinan Ustadz Edduar selama ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu menjadi inisiator dan pemantik semangat para kader alumni di Babel.

“Para alumni Gontor dari berbagai konsulat selalu solid dan peduli. Semangat gotong royongnya luar biasa. Mereka tidak hanya aktif memikirkan agama, tetapi juga umat, bangsa dan negara,” ujarnya.

Pada akhirnya, satu abad Gontor bukan tentang seberapa panjang usia yang telah dilalui. Ia tentang seberapa jauh nilai-nilai yang ditanamkan mampu hidup di tengah zaman.

Dan dari Babel, para alumninya kini bersiap kembali ke Ponorogo—bukan sekadar untuk merayakan sejarah, tetapi untuk meneguhkan kembali janji pengabdian yang pernah mereka bawa dari almamater.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *