Jangan Hanya Jadi Pengguna, Eko Sentosa Dorong Warga Babel Jadi Pencipta di Era Teknologi (E: Yosua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU .COM, — Teknologi telah mengubah hampir seluruh wajah kehidupan. Cara manusia bekerja berubah, cara belajar berubah, cara berkomunikasi berubah, bahkan cara mencari penghasilan pun ikut bergeser.
Di tengah perubahan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Sentosa, mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi.
Masyarakat harus naik kelas menjadi pencipta.
Pesan tersebut disampaikan Eko usai mengikuti Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin (17/8/2026) sore, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Eko, kemerdekaan di zaman sekarang memiliki bentuk perjuangan yang berbeda. Generasi hari ini tidak lagi berhadapan dengan penjajah bersenjata, tetapi menghadapi tantangan berupa persaingan pengetahuan, teknologi, kreativitas dan produktivitas.
Karena itu, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi keberanian untuk menghasilkan karya.
“Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, mari kita manfaatkan perkembangan teknologi untuk hal-hal yang positif, ciptakan inovasi, tingkatkan produktivitas dan berikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Eko.
Eko melihat perkembangan teknologi sebagai peluang besar yang tidak boleh dilewatkan. Transformasi digital telah membuka ruang yang luas bagi siapa saja untuk belajar, membangun usaha, memperkenalkan produk, mengembangkan kemampuan hingga menciptakan sumber penghasilan baru.
Persoalannya bukan lagi apakah teknologi berkembang, melainkan apakah masyarakat mampu bergerak secepat perkembangan tersebut.
“Masyarakat harus mampu melihat teknologi bukan hanya sebagai alat untuk berkomunikasi, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar, berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bernilai,” katanya.
Menurut Eko, teknologi akan memberikan manfaat besar apabila digunakan untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi bumerang apabila digunakan tanpa tanggung jawab.
Karena itu, kecakapan digital menjadi semakin penting.













