Deskripsi Gambar

Bangka BelitungBeritaPangkalpinangPemerintahan

Dari Senam hingga Doa di Usia 63: Hidayat Ajak ASN Babel Bangun Kekompakan dan Kerja Nyata

×

Dari Senam hingga Doa di Usia 63: Hidayat Ajak ASN Babel Bangun Kekompakan dan Kerja Nyata

Sebarkan artikel ini

Dari Senam hingga Doa di Usia 63: Hidayat Ajak ASN Babel Bangun Kekompakan dan Kerja Nyata (E: Yosua.Asw)

PANGKALPINANG, LIPUTANSATU .COM, — Sehat tidak hanya tentang tubuh yang kuat. Di lingkungan pemerintahan, kesehatan juga menjadi bagian penting dari energi untuk bekerja, berpikir dan melayani masyarakat.

Pesan itu terasa dalam kegiatan Senam Sehat Bersama yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang diikuti jajaran aparatur tersebut menjadi momentum untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarinstansi.

Pagi itu diawali dengan Senam Bunda Noni bertema “BERANI” — Bergerak Aktif Bersama Bunda Noni. Para peserta tampak antusias mengikuti gerakan senam.

Namun, kegiatan tersebut memiliki pesan yang lebih besar dari sekadar olahraga.

Di tengah rutinitas birokrasi yang padat, senam bersama menjadi ruang untuk bertemu, berkomunikasi dan memperkuat hubungan antarsesama aparatur.

Gubernur Babel Hidayat Arsani menegaskan kegiatan olahraga bersama akan dijadikan agenda rutin setiap Jumat.

“Mulai minggu depan, kegiatan olahraga atau senam bersama akan terus dilanjutkan setiap hari Jumat, yang diteruskan dengan kegiatan gotong royong,” tegas Hidayat.

Menurutnya, aparatur yang sehat akan memiliki energi lebih baik untuk menjalankan tugas. Kesehatan juga menjadi salah satu kunci menjaga konsentrasi dan produktivitas.

Karena itu, semangat “Sehat Bersama, Produktif Bersama” diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi kebiasaan dalam lingkungan kerja Pemprov Babel.

Usai senam, suasana semakin hangat ketika Ketua TP PKK, Danrem 045/Garuda Jaya dan jajaran pegawai memberikan kejutan ulang tahun ke-63 kepada Gubernur Hidayat.

Momen sederhana itu berubah menjadi ruang refleksi bagi sang gubernur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *