Bukan Sekadar Jualan, PT TIMAH Buka Jalan UMKM Babel Bawa Identitas Daerah ke Pasar Nasional (E: Yosua.Asw)
JAKARTA, LIPUTANSATU.COM, — Sebuah produk lokal memiliki dua kemungkinan: hanya dikenal di tanah kelahirannya, atau berani melangkah lebih jauh dan memperkenalkan cerita daerah kepada dunia.
PT TIMAH (Persero) Tbk memilih membantu pelaku UMKM Bangka Belitung mengambil jalan kedua.
Melalui Babel Day yang digelar 12–16 Agustus 2026 di Main Atrium Trans Studio Mall Cibubur, Jawa Barat, PT TIMAH membawa sejumlah mitra binaannya untuk bertemu langsung dengan pasar di luar daerah.
Produk kuliner dan fashion khas Bangka Belitung hadir di tengah keramaian pusat perbelanjaan. Tetapi yang dibawa para pelaku UMKM bukan sekadar barang untuk dijual.
Mereka membawa nama daerah, budaya, filosofi, dan cerita yang selama ini hidup di balik produk-produk lokal.
Salah satunya adalah Sepiak Belitung. Mitra binaan PT TIMAH ini menghadirkan kain batik, vas, outer, syal, serta sejumlah produk lainnya.
Feby dari Sepiak Belitung mengatakan, meski transaksi belum menjadi ukuran utama keberhasilan pameran, kesempatan bertemu langsung dengan konsumen memberikan dampak besar bagi penguatan branding.
“Memang cukup ramai, terutama dari orang-orang asli Babel. Kalau dari sisi omzet pameran belum terlalu ramai, tetapi dari sisi branding dan promosi sangat membantu karena kami bisa bertemu pengunjung baru,” ujarnya.
Menurut Feby, pameran secara langsung memberikan ruang bagi UMKM untuk menjelaskan sesuatu yang sering hilang ketika produk hanya ditampilkan melalui foto di media sosial: cerita.
Pengunjung dapat melihat langsung bahan, merasakan tekstur, memperhatikan warna, sekaligus mendengar kisah di balik motif yang digunakan.
Sepiak Belitung turut memperkenalkan motif daun simpor sebagai salah satu identitas dalam produk batiknya. Motif batu satam juga menjadi bagian dari pengembangan desain mereka.
“Motif kami sudah banyak berkembang. Ada motif batu satam dan kami juga pernah berkolaborasi untuk membuat salah satu produk dengan motif tersebut,” katanya.
Bagi Feby, kesempatan seperti ini membuka pintu yang lebih besar. Sebab pengunjung tidak hanya datang dari luar daerah, tetapi juga berpotensi berasal dari mancanegara.













