Dari Bangka ke Cibubur, PT TIMAH Dorong 32 Pramuka Muda Bawa Nama Daerah ke Pentas Nasional (E: Yosua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU .COM, — Mereka masih muda. Tetapi di pundak mereka ada nama daerah yang harus dijaga.
Sebanyak 32 anggota Pramuka terbaik Kabupaten Bangka bersiap menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 di Cibubur, Jakarta. Mereka bukan sekadar berangkat untuk berkemah. Mereka datang membawa kesempatan untuk belajar, menunjukkan kemampuan, membangun jaringan persahabatan, sekaligus memperkenalkan Kabupaten Bangka kepada Indonesia.
Langkah itu turut mendapat dukungan dari PT TIMAH (Persero) Tbk, sebagai bagian dari kepedulian perusahaan terhadap pembinaan generasi muda dan kegiatan kepramukaan.
Ketua Tim Official sekaligus Wakil Ketua Bidang Sarana dan Prasarana Kwarcab Bangka, Ujang Supriyanto, mengatakan kontingen Bangka terdiri atas dua regu putra dan dua regu putri.
Mereka merupakan hasil seleksi panjang. Dari sekitar 82 peserta yang mengikuti proses seleksi mulai dari gugus depan, kecamatan hingga tingkat kabupaten, hanya 32 peserta yang akhirnya terpilih.
Sebanyak 16 pramuka putra dan 16 pramuka putri tersebut mewakili delapan kecamatan serta sejumlah gugus depan di Kabupaten Bangka.
Mereka kemudian menjalani training center selama sekitar satu bulan. Dua kali dalam sepekan, para peserta ditempa dengan berbagai materi untuk memastikan mereka benar-benar siap menghadapi Jamnas.
“Anak-anak dibekali teknik pioneering, kepramukaan, tali-temali, memasak, P3K dan berbagai kegiatan dasar kepramukaan lainnya,” kata Ujang.
Tetapi ada sesuatu yang sengaja dibawa lebih jauh dari sekadar keterampilan Pramuka.
Para peserta juga mendapatkan pembekalan tentang potensi wisata Kabupaten Bangka. Mereka disiapkan menjadi duta daerah yang dapat bercerita kepada peserta dari berbagai provinsi tentang kekayaan wisata dan budaya Bangka.
Kemampuan personal pun diasah. Kepercayaan diri, mental, hingga public speaking menjadi bagian dari pembinaan.
Karena bagi Ujang, Jamnas adalah sekolah terbuka. Di sana anak-anak tidak hanya belajar dari pembina, tetapi juga dari ribuan anak seusianya yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.













