Tidak Diberi Jalan, Bayi Meninggal Dalam Ambulans

oleh -2 views

Liputansatu.com – Sebuah video rekaman seorang sopir ambulance viral di media sosial, video tersebut memperlihatkan curhatan seorang sopir ambulans yang tidak diberi jalan saat bertugas membawa pasiennya seorang bayi yang diketahui meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Rekaman video viral menunjukkan suasana lalu lintas yang padat di lajur kanan dan terdengar suara sirine ambulans. Suara pria diduga sopir ambulans mengatakan kepadatan lalu lintas tersebut terjadi di Jalan Urip Sumohardjo Makssar.

Suara pria diduga sebagai sopir mobil itu kemudian mengaku tidak diberi jalan oleh pengendara lain. Kondisi miris itu menyebabkan seorang pasien di atas mobil meninggal dunia karena terlambat diberi penanganan medis.

https://www.instagram.com/info_kejadian_makassar/reel/CY0NKRUouIw/?utm_medium=copy_link

“Pasien saya meninggal di atas mobil, pengantaran dari (Jalan) Talasalapang menuju RS Daya. Meninggal di (Jalan) Urip karena tidak ada yang membukakan jalan,” kata pria dalam video viral seperti dilihat detikcom, Minggu (16/1/2022) malam.

Penjelasan Sopir Ambulance

Pengakuan pria diduga sopir mobil itu turut diwarnai suara sirine mobil yang terus bersahut-sahutan di tengah padatnya kendaraan. Terdengar pula suara histeris seorang wanita dalam video yang diduga sebagai ibu dari anak yang dinarasikan meninggal tersebut.

“Anakku kodong (anak saya kasihan),” kata seorang wanita histeris.

Terakhir, video menyorot ke kursi penumpang. Tampak sejumlah orang diduga keluarga korban dengan kondisi sedih.

Terkait video tersebut, sopir ambulans yang pasien bayinya meninggal di perjalanan usai tak diberi jalan pengendara lain di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjawab sorotan mengapa tak membawa korban ke rumah sakit (RS) terdekat padahal kondisi sudah darurat.

Sopir bernama Mawardi itu berdalih hanya berusaha mengikuti perintah keluarga korban.
“Makanya saya larikan ke Rumah Sakit Daya saja (sesuai perintah keluarga korban). Nggak sempat lagi harus berpikiran bagaimana, saya hanya menjalankan perintahnya bagaimana,” kata Mawardi

Menurut Mawardi, dia menjemput korban di kawasan Minasa Karya Makassar sekitar pukul 20.30 Wita dan diminta mengantar sang bayi ke RS Daya, Makassar. Namun yang tak diprediksi keluarga dan sopir ambulans adalah Jalan Sultan Alauddin, Jalan AP Pettarani, yang menjadi rute ke RS Daya sedang padat kendaraan.

Memasuki Jalan Urip Sumohardjo, kepadatan lalu lintas tak kunjung terurai meski ambulans sudah menyalakan sirene tanda darurat. Bahkan di Jalan Urip ini, ambulans yang dikendarai Mawardi terjebak dan bayi yang di antaranya meninggal dalam perjalanan.

“Makanya pas sampai depan mal Nipah di situlah anak ini meninggal,” kata Mawardi.

Orang tua sang bayi menyebutkan bahwa mereka terpaksa menempuh jarak jauh karena tidak ada biaya untuk berobat di rumah sakit terdekat.

“Kendala biaya kasihan,” kata Vivi Sumiati saat ditemui di rumahnya di Jalan Minasaupa, Kecamatan Rappocini, Makassar, Senin (17/1/2021).

Vivi juga mengindikasikan terkendala administrasi apabila hendak berobat ke RS tertentu sehingga dia memilih ke RSUD Daya Makassar meski jaraknya berkali-kali lipat lebih jauh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *