Ramadhan di Tengah Covid-19, Satgas Covid: Boleh Bukber Asal Jangan Ngobrol!

Liputansatu.com – Ramadhan tahun ini dipastikan masih dalam kondisi pandemi covid-19. Hal ini menjadi tahun ketiga Ramadhan ditengah pandemi yang tak kunjung usai.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa pemerintah mengizinkan warga untuk melakukan buka puasa bersama atau bukber. Tapi, ada aturan yang perlu diperhatikan supaya tidak jadi klaster Covid-19.

Aturan yang disorot Prof Wiku adalah bagaimana setiap orang yang bukber tetap patuh protokol kesehatan. Hal ini menjadi penting supaya pertemuan dengan sahabat, keluarga, atau teman-teman tidak jadi sumber penyebaran Covid-19.

“Kalau buka puasa bersama sebaiknya tetap jaga jara dan tidak usah berbicara saat makan,” kata dia dikutip dari MNC Portal dari keterangan resminya di Channel Youtube FMB91D IKP, belum lama ini.

Artinya, bukber diperbolehkan asal warga tidak ngobrol saat makan bersama di meja makan. Tentu, ini perlu diperhatikan untuk meminimalisir droplet yang bisa memicu pertukaran penyakit antarorang.

Selain jaga jarak dan tidak ngobrol, Wiku juga mengharapkan agar warga yang bukber untuk selalu memastikan kebersihan diri, terutama tangan.

“Jangan lupa cuci tangan sebelum dan sesudah makan supaya kita semua betul-betul bersih dan sehat,” tambahnya.

“Jadi, semua bisa dilakukan asal betul-betul adaptasinya dengan protokol kesehatan,” sambungnya.

Hal ini pun perlu diterapkan jika Anda ingin pergi ke pusat perbelanjaan untuk belanja kebutuhan saat Ramadhan. Itu pun dikatakan Wiku dipersilahkan, tapi protokol kesehatannya jangan sampai lupa.

“Pada prinsipnya, selama menjalankan prokes dengan baik, menggunakan masker dan selalu menjaga jarak atau menghindari kerumunan, dan rajin cuci tangan, sebenarnya tidak apa-apa,” katanya.

“Maka dari itu, aktivitas yang makin meningkat seperti pergi ke tempat beribadah atau ke pasar itu enggak apa-apa asal prokes ketat agar melindungi diri sendiri dan orang lain,” ungkap Prof Wiku.

Tinggalkan Balasan