Pulau Montserrat, Pulau Yang Hanya Bisa Dikunjungi Para “Sultan”

oleh -2 views

Liputansatu.com – Pulau Montserrat, Pulau yang berada di British Overseas Territory (Wilayah Luar Negeri Inggris) di Karibia tidak sembarangan menerima wisatawan. pulau ini hanya menerima wisatawan yang kaya raya.

Pulau ini hanya mengizinkan masuk wisatawan yang memiliki penghasilan 70 ribu dolar Amerika atau sekitar Rp 1 miliar per tahun. Pulau yang dibuka pada April lalu ini mengeluarkan kebijakan tersebut untuk mencegah penyebaran COVID-19 dan mendongkrak pemasukan daerah.
Mereka yang mampu membayar biaya masuk yang fantastis itu bisa liburan minimal dua bulan. Berdasarkan laporan New York Times, hingga saat ini, hanya 21 orang dari tujuh keluarga yang memenuhi kriteria selektif pemerintah.
Dikutip dari kumparan.com, Sejauh ini, pulau tersebut mencatatkan ada 33 kasus dan satu kematian terkait COVID-19 di Montserrat, yang luasnya kira-kira seukuran Kota Barcelona di Spanyol. Protokol kesehatan di pulau ini pun dilonggarkan, termasuk memakai masker. Untuk wisatawan pertama yang menjejakkan kaki di Montserrat saat pandemi adalah sebuah prestise.
“Saya ingat menjelang awal pandemi, saya dan kerabat berpikir: apakah ada tempat di dunia yang tidak berurusan dengan kegilaan ini. Tidak ada yang bisa membunuhmu di sini, kecuali gunung berapi,” katanya,” kata seorang pengunjung bernama Bajkor kepada New York Times.
Sementara itu, gunung berapi Soufriere Hills yang berada di pulau tersebut terakhir meletus pada tahun 1995. Sistem peringatan harian juga terus memantau aktivitas gunung tersebut.
Untuk memastikan para wisatawan tidak menimbulkan ancaman bagi penduduk asli Montserrat, pelancong yang masuk ke pulau tersebut, baik yang sudah divaksin maupun tidak, harus dikarantina selama dua minggu pada saat kedatangan. Selain itu, mereka juga wajib mengikuti tes COVID-19.
Seperempat dari hampir 5.000 penduduk di sana sudah divaksinasi, sehingga wabah virus masih bisa sangat berbahaya bagi populasi. Minggu ini saja, ada lima kasus yang dilaporkan di pulau Karibia, dan semua pasien dikarantina, menurut juru bicara Kantor Divisi Pariwisata Premier.
Andrew Myers, pemilik toko selam setempat, sebenarnya mempertanyakan mengapa hanya orang-orang yang berpenghasilan lebih dari 70 ribu dolar Amerika yang diundang datang. Karena nyatanya, pulau tersebut masih sepi wisatawan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Maru (@maruatobi)

Warga Montserrat lainnya juga dilaporkan kesal dengan aturan tersebut. Karena faktanya, anggota keluarga mereka dari pulau tetangga jadi tak leluasa berkunjung, plus layanan feri publik telah dihentikan.
Namun, aturan masuk yang ketat di pulau ini akan segera berubah. Mulai 1 Oktober 2021, semua wisatawan yang sudah divaksinasi boleh datang di Montserrat.
Tidak ada lagi gaji minimum yang diperlukan, tetapi wisatawan wajib melakukan karantina lima hari dan mengikuti tes PCR pada hari ke-4. Selain itu, ketentuan masa tinggal minimum juga telah diperbaharui.
Namun, aturan masuk yang ketat di pulau ini akan segera berubah. Mulai 1 Oktober 2021, semua wisatawan yang sudah divaksinasi boleh datang di Montserrat.
Tidak ada lagi gaji minimum yang diperlukan, tetapi wisatawan wajib melakukan karantina lima hari dan mengikuti tes PCR pada hari ke-4. Selain itu, ketentuan masa tinggal minimum juga telah diperbaharui.
Mengingat COVID-19 terkendali di pulau Karibia, sebagian besar negara Eropa seharusnya tidak memiliki masalah dengan warga negara yang bepergian ke sana.
Pemerintah Inggris telah menempatkan pulau yang merupakan wilayah Inggris itu dalam daftar perjalanan hijau bebas karantina. Inggris memang memiliki peringatan untuk bencana alam, karena dua per tiga dari pulau itu rentan terhadap aktivitas gunung berapi.
Tidak ada aktivitas vulkanik besar sejak Februari 2010, tetapi tidak dapat dikesampingkan. Yang juga perlu diketahui, saat ini Montserrat sedang dalam musim badai, yang biasanya berlangsung dari Juni hingga November.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *