Perkembangan Terakhir Kota Batu Setelah Di Terjang Banjir Bandang

oleh -2 views

Liputansatu.com – Bencana alam banjir bandang menerjang Kota Batu, Jawa Timur, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang berada di lereng Gunung Arjuno, Kamis (4/11).

Dari laporan visual sementara dari BPBD Kota Batu, arus sungai anak sungai Brantas yang melintas di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, terpantau mengalir sangat deras dengan membawa beberapa material lumpur, batu dan potongan pohon serta puing bangunan.

Banjir bandang tersebut menurut laporan sementara telah berdampak di sejumlah desa di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Adapun rinciannya adalah Desa Sumber Brantas, Desa Bulu Kerto, Desa Tulung Rejo, Desa Padang Rejo dan Desa Sidomulyo.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kota Batu total ada 6 orang.

Sejauh ini, upaya pencarian dan pertolongan korban banjir bandang Kota Batu terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Kota Batu, PMI, Basarnas, TNI, Polri, dan lintas intansi terkait.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Jawa Timur mulai melakukan pendataan kerusakan akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut sejak Kamis (4/11).

Wakil Walikota Batu Punjul Santoso di Kota Batu, Jumat, mengatakan setidaknya ada 22 rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang yang terjadi di enam titik di wilayah kota apel tersebut.

“Ada kerusakan kerugian rumah dan benda sebanyak 22 unit,” kata Punjul, yang juga Ketua Tim Tanggap Darurat Banjir Bandang Kota Batu.

Punjul menjelaskan selain kerusakan puluhan rumah tersebut, banjir bandang yang menyebabkan enam orang meninggal dunia tersebut, juga merusak sejumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Ia mengatakan tercatat ada 28 unit kendaraan bermotor roda dua yang rusak dan empat unit kendaraan roda empat. Data tersebut merupakan data sementara yang dikeluarkan oleh BPBD Kota Batu hingga Jumat (5/11).

Dalam upaya untuk melakukan percepatan penanganan dampak banjir bandang tersebut, wilayah Kota Batu saat ini ditetapkan sebagai wilayah tanggap darurat selama dua pekan ke depan. Pemkot Batu juga telah membentuk tim untuk penanganan pasca banjir bandang.

Ia menambahkan penyebab banjir bandang yang berdampak pada enam wilayah di Kota Batu tersebut, saat ini masih dalam kajian mendalam.

“Berdasarkan informasi dari gubernur, penyebab banjir bandang masih dipelajari. Sebab, curah hujan di Kota Batu sebenarnya tidak terlalu besar. Tetapi, ada indikasi lain di wilayah hulu menjadi penyebab banjir bandang, yang perlu kajian lebih mendalam,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, BPBD Kota Batu bersama tim terus melakukan pencarian korban, termasuk melakukan pendataan kebutuhan darurat terkait logistik dan obat-obatan. Kemudian, melakukan pembersihan material dan melakukan sejumlah perbaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *