Pembalap MotoGP Keluhkan Aspal dan Batu Kerikil Yang Tercecer Di Sirkuit Mandalika, Berikut Komentarnya

Liputansatu.com – Sirkuit Mandalika menjadi sorotan media luar usai perhelatan tes pramusim MotoGP 2022 berakhir. Beberapa pembalap MotoGP berkeluh kesah terkait kondisi lintasan serta aspal yang dinilai cukup membahayakan.

Sebut saja pasir yang berada di aspal Sirkuit Mandalika yang bisa menyebabkan pembalap terjatuh dari motor. Tak cuma pasir, batu kerikil yang tercecer di aspal Sirkuit Mandalika juga membuat pembalap waswas.

Berikut beberapa komentar pembalap mengenai kekurangan dari Sirkuit Mandalika usai tes pramusim berakhir.

1. Fabio Quartararo

Juara dunia MotoGP 2021 ini menyebut kalau Sirkuit Mandalika punya kekurangan. Ia juga memberikan saran agar tikungan 1 diaspal ulang agar Sirkuit Mandalika jadi semakin baik.

“Aku sempat berada di belakang Franco dan aku sempat kena kerikil, menghantam visor hel, dan leherku. Dan saat itu aku hanya di belakang satu pembalap saja. Bagaimana jika di belakang banyak pembalap,” ujar Fabio Quartararo dikutip dari Corsedimoto.

2. Jack Miller

Pembalap Ducati, Jack Miller pun sependapat dengan Fabio Quartararo.

“Harus ada pengaspalan ulang, khususnya tikungan satu sampai tujuh. Saya rasa waktunya cukup satu bulan sebelum MotoGP Indonesia,” kata Jack Miller, dilansir dari GP One.

“Atau mungkin harus mengubah jadwal MotoGP Indonesia, sehingga keseluruhan sirkuit bisa diperbaiki secara maksimal,” imbuhnya.

Jack Miller berkaca pada sirkuit COTA di Texas, Amerika Serikat yang juga melakukan pengaspalan ulang. Pasalnya, masalah aspal yang mengelupas ini cukup berisiko bagi para pembalap, bahkan di kelas terkecil, Moto3.

3. Jorge Martin

Pembalap Pramac Ducati ini mengeluhkan area run-off Sirkuit Mandalika yang menurutnya perlu diperbaiki. Ia merasa kalau area tersebut memiliki kerikil yang sangat tajam seperti pisau.

Jorge Martin pun mengalaminya sendiri ketika ia terjatuh saat tes pramusim MotoGP Mandalika di hari kedua.

“Area kerikil sangat keras dan saya begitu kesakitan setelah kecelakaan ini, yang sebenarnya hanya kehilangan grip ban yang tidak berbahaya,” beber Jorge Martin dilansir dari Motorsport.

“Biasanya Anda memiliki kerikil bulat kecil, di sini rasanya seperti pisau tajam. Saya akan membahas masalah ini di Komisi Keamanan,” tambahnya.

4. Aleix Espargaro

Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro menyebut kalau Sirkuit Mandalika belum siap untuk gelaran akbar MotoGP 2022.

“Treknya belum siap, Anda tidak bisa mengemudi dengan benar di awal, itu sangat berbahaya. Kami terbiasa dengan trek berdebu. Situasi serupa terjadi di Sirkuit Losail, Doha,” kata Aleix Espargaro, dikutip dari Speedweek.com.

“Di lintasan Losail, kami selalu menemukan banyak pasir pada hari pertama. Lalu, setelah beberapa putaran, tidak apa-apa,” imbuhnya.

“Akan tetapi, hari ini (hari pertama), di Mandalika, itu buruk. Permukaannya tidak bisa dilewati dan sangat berbahaya, tidak cukup aman,” ujar Espargaro.

5. Francesco Bagnaia

Sebagai pembalap yang merasakan sendiri aspalnya Sirkuit Mandalika, Francesco Bagnaia memberikan masukan soal masalah aspal.

“Kemarin kami berbicara dengan Komisi Keselamatan tentang kondisi lintasan. Motor akan membersihkannya, tetapi masalah sebenarnya adalah batunya,” ujar Bagnaia dikutip dari Motosan.

“Jika dalam balapan Anda mulai di depan semua orang, Anda yakin tidak ada yang akan mendekati Anda dengan semua [kerikil] yang Anda angkat,” ucap Bagnaia menambahkan.

“Tapi saya tidak berani membayangkan situasi pembalap yang berada di tengah kelompok, dengan semua batu itu dan [hanya] satu lintasan yang bersih, itu akan berbahaya,” tutur runner up MotoGP 2021 itu.

“Juga, jika salah satu batu itu mengenai radiator, itu akan merusaknya. Mereka meyakinkan kami bahwa mereka akan menyelesaikan situasi untuk MotoGP Mandalika,” kata Bagnaia melanjutkan.

Tak cuma pembalap yang membeberkan bahwa Sirkuit Mandalika masih perlu perbaikan. Ternyata salah satu media asing, yakni The Race, juga menyoroti kondisi Sirkuit Mandalika.

The Race menuliskan bahwa trek di Sirkuit Mandalika tidak sesuai dengan spesifikasi. Media tersebut menulis demikian setelah berbicara dengan sumber di paddock.

Dituliskan bahwa komposisi batu yang direkomendasikan konsultan tak dipakai di lintasan Sirkuit Mandalika.

Alih-alih memakai materi yang direkomendasikan, lintasan Sirkuit Mandalika malah memakai batu yang ditambang secara lokal. Alhasil, jenis batu yang dipakai itu tidak menempel dengan benar di aspal.

Batu yang tidak sesuai spesifikasi tersebut membuat terlempar ketika motor melintas di Sirkuit Mandalika dan juga bisa membahayakan para pembalap di belakangnya.

The Race pun memberikan solusi untuk mengatasi hal itu. Solusi tersebut berupa melakukan pengaspalan ulang dari start hingga finish, dengan menggunakan spesifikasi material yang benar.

Namun, The Race menilai bahwa perbaikan trek secara menyeluruh akan sulit diselesaikan tepat waktu, sebelum MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret 2022.

Tinggalkan Balasan