Nirina Zubir Nangis Saat Ceritakan dirinya di tipu ART Sendiri dan Menjadi Korban Mafia Tanah

oleh -2 views

Liputansatu.com – Ceritakan keluarga besarnya khususnya bunda, almarhumah Cut Indria Martini di tipu asisten rumah tangga sendiri dan menjadi korban mafia tanah, nirina zubir Tak kuasa menahan tangis.

Istri gitaris Ernest Cokelat itu menangis karena ingat almarhumah. Jelang meninggal dunia, sang ibu masih bertanya mengenai kepengurusan surat tanah yang tak kunjung selesai.

“Kondisi ibu saya waktu beliau minta tolong urus suratnya, usia mama saya yang ada lupanya. Maaf ya kalau agak emosional. Tapi yang saya kesel ibu saya sudah meninggal dua tahun yang lalu dan berat buat saya karena saya tahu, ibu saya meninggal tidak tenang,” kata Nirina Zubir saat jumpa press di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021).

Nirina masih ingat betul tulisan-tulisan yang dibuat sang bunda jelang meninggal dunia. Kepada anak-anaknya, almarhumah minta agar menagih kepada ART-nya, Riri Khasmita yang mengurus pembuatan surat tersebut.

“Karena saya punya nota-nota ditulis sama ibu saya, kalau ibu saya ‘uang aku ada tapi pada ke mana?’ Terus surat-surat kok belum kelar-kelar minta tolong sama Riri. Jadi tepat November kemarin dua tahun ibu saya meninggal,” ujar Nirina.

Nirina sudah ikhlas atas kepergian sang bunda. Tapi yang masih mengganjal adalah pelaku mafia tanah adalah orang dekat sendiri.

“Ibu saya meninggal dalam keadaan tidurnya. Saya bersyukur, alhamdulilah ibu saya tidak melewati dalam keadaan sakit. Tapi saya masih ada sakit di hati saya, karena di sini urusannya adalah orang terdekat yang melakukan ini,” ujarnya.

“Saya sakit hati. Saya pengen sekali kasus ini dikawal dikarenakan ada sangkut paut dengan orang-orang yang mengerti hukum tapi menyalahgunaan kan kewenangam mereka,” katanya lagi.

Kasus mafia tanah yang dialami Nirina Zubir berawal saat sang bunda meminta Riri Khasmita mengurus enam surat-surat tanah yang berlokasi di kawasan Jakarta Barat. Namun, Riri dibantu notaris malah mengubah surat-surat tersebut menjadi atas namanya.

Tiga orang telah ditahan atas kasus ini, termasuk Riri dan suaminya. Sementara dua orang lainnya masih dalam proses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *