Nadiem Makarim dan Gojek Digugat 24,9 Triliun Oleh Bos Ojol Bintaro

oleh -2 views

Liputansatu.com – Pendiri PT Aplikasi Anak Bangsa (Gojek) sekaligus Menteri Pendidikan Nadiem Makarim digugat Rp24,9 triliun ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan tersebut diajukan oleh Hasan Azhari pemilik ojek online di Kawasan Bintaro dan sekitarnya.

Gugatan itu terkait pelanggaran hak cipta ojek online. Hasan Ashari Alias Arman Chasan mengklaim telah menciptakan model bisnis tersebut sejak 2008, dua tahun sebelum decacorn Gojek pada 2010. 

Kuasa hukum Hasan, Rochmani mengatakan kliennya sudah sejak 2008 menciptakan model bisnis ojek online menggunakan program komputer. Ia juga mengklaim, Hasan telah mempunyai sertifikat hak cipta yang diumumkan pada Desember 2008.

“Hak cipta ini telah dilindungi oleh pemerintah. Jadi kalau ada orang yang memanfaatkan secara komersial hasil ciptanya, kami merasa dirugikan,” ujar Rochmani dalam sesi wawancara di channel YouTube Hersubeno Point pada akhir pekan lalu (1/1).

Diketahui, kiprah Hasan yang dianggap sebagai penemu model bisnis ojek online ini sebenarnya pernah diungkap oleh televisi nasional hingga televisi Jepang, NHK TV pada 2008. Awalnya Hasan mengembangkan bisnis ojek online ini menggunakan blogspot bernama ojekbintarorempoa.blogspot.com dilansir dari katadata.com

Kini, Hasan telah menggugat Gojek dan Nadiem ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Berdasarkan surat gugatan dengan nomor 86/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2021/PN Niaga Jkt.Pst itu, Hasan menyatakan bahwa Gojek dan Nadiem telah melanggar hak cipta.

Dia menggugat Gojek dan Nadiem membayar ganti rugi sebesar Rp 10 miliar dan membayar royalti Rp 24,9 triliun. “Menyatakan putusan dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun tergugat mengajukan perlawanan atau kasasi (uitvoerbaar bij voorad),” demikian petitum Hasan dikutip dari Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada akhir pekan lalu (31/12). 

Sementara dari pihak Gojek menyebut gugatan Hasan tak berdasar. “Kami melihat bahwa klaim (Hasan) tersebut tidak berdasar. Gojek juga telah menjalankan bisnis sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita Senin (3/1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *