Muncul Varian Covid-19 Omicron, Gejalanya Lebih Tidak Masuk Akal

oleh -1 views

Liputansatu.com Varian Omicron dengan kode ilmiah B.1.1.529 mengkhawatirkan dunia. Indonesia pun mengantisipasi masuknya varian itu dengan menutup pintu bagi turis asing dan menaikkan lama waktu karantina untuk mereka yang baru tiba dari luar negeri selama 7 hari.

Varian Omicron sendiri diketahui 400 kali lipat lebih menular dari varian Covid-19 sebelumnya. Artinya, penyebaran virus antarmanusia sangat tinggi, sekalipun sudah divaksinasi dosis lengkap.

Sebagai bentuk kewaspadaan, mengenali gejala dari infeksi varian Omicron adalah sesuatu yang harus dilakukan. Lantas, apa gejala khas dari varian ini?

Dilansir dari Wales Online, seorang dokter bernama dr Angelique Coetzee belum lama ini menangani langsung pasien varian Omicron. Menurut pengamatannya di rumah sakit wilayah Pretoria, Afrika Selatan, pasien memiliki gejala yang tidak masuk akal.

“Varian Omicron yang menyerang anak muda membuat pasien mengalami kelelahan hebat dan pada pasien usia 6 tahun denyut nadinya menjadi sangat tinggi,” kata dr Coetzee, dikutip MNC Portal, Senin (29/11/2021).

Ia melanjutkan, berdasar rekam medis pasien tidak ditemukan gejala sakit tenggorokan, kulit gatal-gatal, dan ada sakit kepala ringan. “Tidak ada batuk juga,” tambahnya.

Bahkan, gejala khas Covid-19 pada umumnya seperti hilang kemampuan indera perasa dan penciuman pun tidak dilaporkan di pasien Omicron.

“Gejala pasien-pasien Omicron berbeda sekali dari sebelumnya dan cenderung ringan dari yang sebelum-sebelumnya,” ujar dr Coetzee.

Empat pasien dalam satu rumah dirawat bersamaan karena dinyatakan positif Covid-19 varian B.1.1.529 atau Omicron pada 18 November 2021. Semuanya menderita kelelahan sekalipun tubuhnya merasa sehat dan tidak ada gejala berarti yang muncul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *