Mendag Pastikan Pasokan dan Harga Minyak Goreng Bakal Stabil Sebelum Ramadan

Liputansatu.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan bahwa pasokan minyak goreng tersalurkan ke seluruh Indonesia. Bahkan, dikatakan, harga minyak goreng di pasaran akan sesuai pada harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebelum Ramadan.

Untuk diketahui, Kemendag menetapkan HET minyak goreng curah sebesar Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter dan minyak liter kemasan premium seharga Rp 14.000 per liter.

Adapun, Mendag Muhammad Lutfi menuturkan bahwa kebijakan HET ini pun tidak akan dicabut seperti kabar burung yang beredar. Sebab, harga minyak goreng ini di pasaran masih belum normal

“Pemerintah belum ada rencana untuk mencabut kebijakan tersebut. Sehingga, masyarakat diminta untuk tidak panik yang dapat menimbulkan panic buying atau belanja berlebihan,” terang dia secara virtual dikutip, Kamis (10/3).

Lutfi menjelaskan, dilihat dari grafik harga minyak goreng di pasaran ini telah bergerak turun menuju HET yang telah ditetapkan pemerintah, yakni sekitar Rp 16.000 per liter. Untuk itu, pihaknya yakin bahwa masalah itu akan selesai sebelum Ramadan.

“Kalau lihat grafiknya sebenarnya harga ini sudah menurun menuju HET. Jika kita bisa melihat bahwa ketika ketersediaan dari fit stok CPO dan oleinnya, itu maka harga secara mekanis pasar akan terjadi. Kapan terjadinya? saya mengharapkan pada kesempatan pertama, tapi pastinya akan beres sebelum Ramadan ini,” ucap dia.

Menurutnya, pasokan minyak goreng ini dipastikan akan tersalurkan ke seluruh Indonesia. Baik dalam bentuk curah di pasar tradisional maupun kemasan premium di ritel modern.

Berdasarkan pantauannya di sejumlah pasar di dalam negeri, salah satunya Pasar Kebayoran Lama, ketersediaan stok minyak goreng baik curah maupun kemasan sederhana dan premium tersedia atau tidak langka. Hanya saja, diiakui bahwa yang menjadi masalah adalah para pedagang tidak menjual sesuai dengan HET.

“Pasokan minyak goreng curah akan memenuhi seluruh pasar tradisional Indonesia secara kontinyu, konsisten agar masyarakat bisa mendapat minyak goreng lebih mudah dengan harga terjangkau. Memastikan juga pasokan dan ketersediaan minyak goreng kemasan sederhana dan premium di jaringan pasar modern secara kontinyu di seluruh wilayah Indonesia,” tandas Lutfi.

Tinggalkan Balasan