Lapor Polisi Karena Merasa di Tipu Saat Beli Ganja, Ini Respon Polisi!

oleh -10 views

Liputansatu.com – Belum lama ini Viral sebuah video seorang pria datang ke kantor polisi untuk melaporkan dugaan penipuan. Pria yang belum diketahui identitasnya ini mengaku sebagai korban penipuan jual beli narkoba.

Dalam video yang beredar, dituliskan jika video itu direkam di Palembang. Video yang memperlihatkan pengakuan pria ini viral hingga beredar dari grup Whatsapp dan Instagram.

Dalam video yang beredar itu sang pria dengan wajah melasnya mengaku telah mengalami penipuan saat membeli narkoba jenis ganja dari bandar narkoba

Di hadapan polisi ia menjelaskan kronologi saat ditipu oleh bandar narkoba sambil membawa bukti yang digenggam di tangannya.

“Coba liat dibuka” ujar Polisi.

“Daun pak, biasa ngasih duit Rp 50 ribu, setiap hari kami ngojek pak” jawab Pria dengan menunjukkan daunnya.

Kemudian Polisi pun kembali mempertanyakan alasannya melapor penipuan tersebut dan darimana asal pria itu melakukan transaksi jual beli narkoba dengan pengedar.

“Ini biasa beli ganja dimana?” ujar pak polisi.

“Di tujuh Ulu situ” ungkap Pria berjaket hijau ini.

“Aku nih ditipunya pak kami pak,” sambungnya.

Pengakuan dari pria tersebut lantas menggelitik para polisi yang memeriksanya. Pasalnya ia terlihat polos seperti tak mengetahui resiko dari perbuatannya.

“Kenapa beli ganja, ganja tuh narkoba gak?” tanya pak polisi.

Dengan wajah yang sedikit sedikit senyum malu, Pria tersebut mengakui jika ganja yang dibelinya adalah barang narkoba. Namun, pria itu masih berdalih jika ia baru pertama kali membeli narkoba.

“Boleh nggak pakai ganja?” tanya polisi kembali kepada Pria itu.

“Baru sekali ini lah pak” sautnya.

Aksi pria yang melaporkan ditipu bandar narkoba ini mendapat perhatian dari beberapa masyakat.

Diketahui peristiwa konyol pria ini terjadi kantor polisi, Palembang, Sumatera Selatan.

Hingga berita ini diterbiatkan, jurnalis Tribun Sumsel tengah mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *