Dugaan “Match Fixing”, PSSI Kirim Surat Protes Laga Vietnam-Thailand ke AFC-FIFA

oleh -64 views

Liputansatu.com – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, telah mengonfirmasi akan melayangkan surat protes terhadap pertandingan Thailand kontra Vietnam di Piala AFF U-19 kepada Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF).

Selain ke AFF, surat protes tersebut juga akan ditembuskan kepada Federasi Sepak Bola Asia (AFC) dan dunia (FIFA).

“Surat sedang dikonsep oleh tim legal dan tim kesekjenan, diusahakan hari ini, dan paling telat besok ya,” kata Iriawan dalam jumpa pers di Kantor PT Liga Indonesia Baru (LIB) di bilangan Sudirman, Jakarta pada Senin (11/7).

“Kami akan kirim ke AFF, pasti tembusannya ada ke AFC maupun ke FIFA. Agar FIFA mengetahui juga dengan AFC.”

Menurut pria yang akrab disapa oleh Iwan Bule ini, PSSI telah mengumpulkan semua bukti yang menunjukkan Thailand dan Vietnam terindikasi melakukan pelanggaran asas fairplay.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Minggu (10/7) malam, memang terlihat kedua tim tampak bermain sepak bola negatif setelah Vietnam menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-76.

Vietnam yang memegang penguasaan bola, hanya bermain oper-operan di wilayah pertahanan sendiri tanpa bermaksud untuk menyerang. Sedangkan Thailand, juga enggan berusaha merebut bola.

“Kami kirim juga bukti rekamannya ke dua federasi tersebut. Rekaman sudah siap, sudah kami edit dan kita serahkan semua 2 x 45 menit dan juga yang sepuluh menit terakhir itu,” kata Iwan Bule.

“Kami melihat ada yang tidak pas dalam sebuah permainan sepakbola. Jarang sekali kita melihat itu kan.”

Sebelumnya, PSSI telah melakukan rapat bersama dengan tim kepelatihan Timnas Indonesia U-19 untuk membahas permasalahan pertandingan Thailand kontra Vietnam.

Mereka sepakat untuk mengajukan protes kepada AFF mengenai itu. Perihal hasil, PSSI menyerahkan seluruhnya kepada AFF

“Yang jelas saya ingin AFF segera turun untuk sampaikan kepada publik kepada PSSI dan Indonesia apakah permainan ini dilakukan dalam pertandingan besar,” katanya.

“Apalagi dilakukan dua negara besar apakah pantas apakah fairplay atau tidak? Hasilnya apa terserah, kita tunggu.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *