Densus 88 Menangkap Pengurus Fatwa MUI Terkait Jaringan Teroris

oleh -6 views

Liputansatu.com – Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror Polri turut menangkap anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ahmad Zain An-Najah. Dia diduga ditangkap bersamaan dengan Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Ahmad Farid Okbah.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengaku mendapatkan laporan soal penangkapan terhadap Ustaz Ahmad Farid Okbah.

Diketahui, Zain merupakan pengurus Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan terdaftar dalam situs resmi mui.or.id.

Polisi menyebut Zain merupakan anggota Dewan Syuro dalam jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) dan juga Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

“Yang bersangkutan keterlibatannya adalah sebagai Dewan Syuro Jamaah Islamiyah. Kemudian selain itu, yang bersangkutan ketua Dewan Syariah Lembaga Amal Zakat BM ABA,” ungkap Ramadhan.

Ramadhan lalu membeberkan peran terduga teroris lainnya yang baru saja ditangkap yakni Farid Ahmad Okbah. Dia merupakan anggota Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Badan Mal Abdurrahman Bin Auf.

Ramadhan mengatakan, FAO juga sempat memberikan bantuan dana kepada Kelompok Perisai Nusantara Esa, sayap organisasi Jamaah Islamiyah yang bergerak dalam bidang advokasi di tahun 2018.

“Kemudian dia ikut memberikan solusi kepada AS (Arif Siswanto)–yang telah ditangkap–terkait dengan pengamanan anggota JI pasca penangkapan PW (Aji Parawijayanto) dengan membuat wadah baru,” ujarnya.

Ramadhan mengatakan, pembentukan wadah baru tersebut dilakukan FAO bersama dengan Ahmad Zain An Najah melalui Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI).

Terakhir, Ramadhan mengatakan, AA (Anung Al-Hamad) ditangkap oleh Densus 88/Antiteror Polri lantaran keterlibatannya sebagai anggota Pengawas Perisai Nusantara Esa pada tahun 2017.

“Kemudian Pengurus Atas sebagai Pengawas kelompok Jamaah Islamiyah,” ujarnya.

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas pun angkat suara terkait tiga terduga teroris yang ditangkap.

Ketika ditanya apakah MUI kecolongan ada anggotanya yang terkait terorisme, Anwar mengatakan, yang lebih kecolongan lagi adalah negara karena di kalangan rakyatnya ada jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) dan kotak amal Teroris.

“Ada kelompok- kelompok yang memiliki faham yang sangat-sangat bertentangan dengan Pancasila yaitu liberalisme kapitalisme dan sosialisme komunisme, bahkan ada kelompok masyarakat yang benar-benar secara terang-terangan menantang negara dan pemerintah yang terorganisir secara baik yang bentuknya berupa gerakan separatis serta KKB di Papua,” kata Anwar

Ketika dikonfirmasi terkait dengan anggota MUI, Anwar enggan menjawab. Sebelumnya, tiga terduga teroris yang ditangkap di Pondokmelati, Kota Bekasi, saling mengenal satu sama lainnya. Mereka adalah pengurus Yayasan Al-Islam Islamic Center yang berlokasi di Jalan Raya Kampung Sawah Nomor 39A, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi.

“Beliau-beliau itu adalah guru kita di Al-Islam ini, terutama Ustaz Farid Okbah sebagai pendiri yayasan,” kata Koordinator Tim Advokasi Al-Islam, Ismar Syafruddin, Selasa (16/11/2021) malam.

Dia menegaskan akan menempuh upaya hukum terkait penangkapan yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror tadi pagi, dengan waktu yang hampir bersamaan. Tiga terduga teroris ini ditangkap Densus 88 di lokasi yang berbeda-beda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *