Blackberry OS Resmi Berhenti Beroperasi, Berikut Tipe Blackberry Yang Tidak Dapat Digunakan Lagi

oleh -70 views

Liputansatu.com – Perusahaan telepon seluler Blackberry secara resmi mengumumkan penghentian dukungan sistem operasi Blackberry OS mulai Selasa (4/1/2022) kemarin.

Topik BlackBerry sudah diperbincangkan sebanyak lebih dari 40.000 kali oleh pengguna Twitter dan menjadi trending topik teratas Twitter.

Jauh sebelum era Android dan iOS menjadi dominan seperti sekarang, BlackBerry sempat di atas awan. Smartphone yang terkenal dengan layanan pesan singkat BlackBerry Messengers atau BBM itu pernah sangat jaya sekitar 10 tahun lalu.

Kemudian, iOS melalui perangkat iPhone dan sistem operasi (OS) Android menjadi semakin terkenal lewat berbagai merek ponsel yang membawanya, nama BlackBerry pelan-pelan ditinggalkan. Kini, kisah BlackBerry atau BB juga sudah resmi berakhir.

Mulai hari ini, Rabu (5/1) ponsel BlackBerry tidak dapat melakukan panggilan telepon, mengirim teks, menerima data hingga menghubungi nomor darurat.

BlackBerry menghentikan dukungan untuk sistem operasi BlackBerry 7.1 OS dan versi sebelumnya, BlackBerry 10, serta BlackBerry PlayBook OS 2.1 dan versi sebelumnya. Dengan demikian, jajaran ponsel lawas BlackBerry yang sempat hits pada tahun 2010-an seperti BlackBerry Bold, Torch, Curved, hingga Z10 tidak bisa lagi digunakan.

Dijelaskan di laman resminya, penghentian layanan dan infrastruktur ini juga akan berdampak pada fungsionalitas untuk aplikasi, seperti Enhanced Sim Based Licensing (ESBL) / Identity Based Licensing (IBL), alamat email yang dihosting BlackBerry, dan BlackBerry Link.

Layanan BlackBerry Desktop Manager, BlackBerry Blend, serta BlackBerry Protect yang memungkinkan user untuk mengunci, menemukan atau menghapus BBOS dari jarak jauh juga demikian, dipastikan mati.

“Mulai 4 Januari 2022, perangkat yang menjalankan layanan dan OS lawas ini melalui operator atau koneksi Wi-Fi, tidak akan lagi berfungsi dengan andal, termasuk untuk koneksi data, panggilan telepon, SMS, dan 9-1-1,” tulis BlackBerry di laman resminya.

Alasan dihentikannya dukungan terhadap ketiga operasi lawas tersebut menurut BlackBerry, adalah karena bisnis BlackBerry kini sudah pindah haluan.

BlackBerry yang semula memproduksi ponsel untuk konsumen, kini menjadi perusahaan yang fokus menyediakan software dan layanan keamanan cerdas (intelligent security) untuk perusahaan dan pemerintah di seluruh dunia. Penghentian dukungan ini tidak dilakukan secara tiba-tiba. BlackBerry sendiri sudah memberikan tiga OS lawas tersebut tambahan dukungan selama dua tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *